Politeknik Tanah Laut Teknik Informatika Semester 2

Rabu, 10 Oktober 2018

CodeBlocks C++ : Perulangan

By Oktober 10, 2018
“Perulangan”
Yo sobat Mahasiswa, mari kita lanjutkan materi koding yaitu "Perulangan". Silahkan juga lihat Operasi Penyeleksian Kondisi pada postingan sebelumnya.

1. Perulangan
Perulangan adalah suatu tindakan untuk melakukan hal yang sama berulang kali. Untuk mendukung penulisan kode untuk proses pengulangan pada Codeblocks  dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan berikut:
• while
• do......while
• for

2. Pengulangan while
Pernyataan untuk menangani proses pengulangan dengan menggunakan pernyataan while Dibentuk dengan format :
while (kondisi)
{
// blok pernyataan
}
Dalam  hal  ini  blok pernyataan  akan  dijalankan  secara  terus  menerus  selama  kondisi  bernilai benar (true). Jika pada keadaan awal, kondisi bernilai salah maka blok pernyataan  tidak dapat dijalankan sama sekali.

3. Pengulangan do.... while
Berbeda  dengan  pernyataan  while  yang  melakukan  pengecekan  kondisi  di  awal  blok pengulangan,  pada  do....while  kondisi  ditempatkan  pada  bagian  akhir.  Hal  ini  akan menyebabkan  dilakukan  proses  pengulangan  minimal  satu  kali   walaupun  kondisi  yang  didefinisikan tidak terpenuhi. Bentuk pernyataan do...while adalah :
do
{
// Blok pernyataan yang dijalankan yang akan diulang
}
while (kondisi)
4. Pengulangan for
Pernyataan  for  berfungsi  untuk  menangani  masalah  pengulangan  yang  telah diketahui banyaknya. Bentuk umum untuk pengulangan dengan menggunakan for adalah:
for (variable = nilai_awal; kondisi perulangan; variable++)
{
// Pernyataan yang akan diulang
}
Jika melakukan pengulangan yang sifatnya menaik (increment) maka nilai awal variable harus  lebih  kecil  dari  nilai  akhir  yang  akan  dituliskan  dalam  kondisi.  Sebaliknya  jika dilakukan pengulangan menurun (decrement) maka nilai awal harus lebih besar dari nilai akhir.

5. Pengulangan for Bersarang
Konsep  proses  pengulangan  for  bersarang  yaitu  sebuah  pengulangan  yang  terdapat pengulangan yang lainnya. Bentuk umum for bersarang dapat dirumuskan seperti berikut:
for (variable nilai awal; kondisi1; variable++)
{
for (variable nilai kedua; kondisi2; variable++)
{
for variable nilai ketiga; kondisi3; variable++)
pernyataan yang akan diulang;
}
}
Bila dilihat dari bentuknya, setiap pengulangan pertama akan menyelesaikan pengulangan kedua. Pada saat pengulangan kedua maka program akan  menyelesaikan  pengulangan ketiga.

Contoh program perulangan:
#include <iostream>
#include <stdio.h>
#include <math.h>
#include <conio.h>
using namespace std;
main ()
{
    int a=2, b=0, maks=20;
    for (a=2; a <= maks; a+=2)
    {
        cout << a;
        if (a < maks)
            cout << " + ";
            b+= a;
    }
    cout << " = " << b;
    getch ();
    return 0;
}
Sobat bisa mencoba kodingan diatas dan memahaminya.

Sekian dari postingan blog kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas, menambah ilmu, maupun untuk sekedar menambah wawasan untuk media pembelajaran koding.

Read More...

Senin, 08 Oktober 2018

CodeBlocks C++ : Penyeleksian Kondisi

By Oktober 08, 2018
“Operasi Penyeleksian Kondisi”
Yo sobat Mahasiswa, mari kita lanjutkan materi koding yaitu "Operasi Penyeleksian Kondisi". Silahkan juga lihat Operator dan Operand pada postingan sebelumnya.

1. Penyeleksian Kondisi
Suatu Struktur dasar algoritma yang memiliki satu atau lebih kondisi tertentu dimana sebuah instruksi dilaksanakan  jika sebuah kondisi/persyaratan terpenuhi.

Beberapa bentuk struktur dasar pemilihan :
1. Pernyataan IF
2. Pernyataan SWITCH

1. Pernyataan IF
Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan.
Penulisan kondisi harus di dalam tanda kurung dan berupa ekspresi relasi dan penulisan pernyataan dapat berupa pernyataan tunggal, pernyataan majemuk, atau pernyataan kosong.

2. Pernyataan IF-ELSE
Jika kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2.

3. Pernyataan NESTED IF
Nested If merupakan pernyataan If yang berada di dalam pernyataan If lainnya, sehingga sobat bisa menyebutnya if bersarang, if bertingkat maupun if didalam if.

4. Pernyataan IF-ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if. Keuntungan penggunaan If-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana.

5. Pernyataan SWITCH CASE
Bentuk dari switch-case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif.
Switch-case memiliki kegunaan sama seperti if-else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer.

Kata kunci Break sebaiknya disertakan di bagian akhir setiap pernyataan case, yang akan mengarahkan ke akhir switch. Jika sampai pengujian case terakhir ternyata tidak ada kecocokan, maka pernyataan yang mengikuti kata kunci default yang akan dieksekusi, kata kunci default sendiri bersifat opsional.

Dan berikut merupakan contoh dari kodingan penyeleksian kondisi :
#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <math.h>
using namespace std;

int main()
{

    int hasil, ukuran, B, beli, bayar;
    char jenis;

    cout << "  TOKO KELONTONGAN KERONCONGAN HAHAHA \n";
    cout << " -------------------------------------\n";
    cout << "A. Susu Dan kamu, iya kamu :*\n";
    cout << "   1. Ukuran kecil\n";
    cout << "   2. Ukuran sedang\n";
    cout << "   3. Ukuran besar\n";
    cout << endl;
    cout << "B. Susu bendera jaya\n";
    cout << "   1. Ukuran kecil\n";
    cout << "   2. Ukuran sedang\n";
    cout << "   3. Uuran besar\n";
    cout << endl;
    cout << "C. Susu SGT Col. IV\n";
    cout << "   1. Ukuran kecil\n";
    cout << "   2. Ukuran sedang\n";
    cout << "   3. Ukuran besar\n";
    cout << endl;

    cout << "Masukkan Jenis Susu    [A-C]: "; cin >> jenis;

    switch (jenis)
    {
        case 'a':
        case 'A':
        {
            cout << "Masukkan Ukuran Kaleng [1-3]: "; cin >> ukuran;
            cout << "Jumlah yang dibeli : "; cin >> beli;
            if (ukuran == 1)
            {
                B = 25000;
                bayar =  B * beli;

            }
            else if (ukuran == 2)
            {
                B = 20000;
                bayar =  B * beli;
            }
            else if (ukuran == 3)
            {
                B = 15000;
                bayar =  B * beli;
            }

            cout << "Harga yang harus dibayar sebesar Rp. " << bayar;
        }
        break;
        case 'b':
        case 'B':
        {
            cout << "Masukkan Ukuran Kaleng [1-3]: "; cin >> ukuran;
            cout << "Jumlah yang dibeli : "; cin >> beli;
            if (ukuran == 1)
            {
                B = 20000;
                bayar =  B * beli;
            }
            else if (ukuran == 2)
            {
                B  = 17500;
                bayar =  B * beli;
            }
            else if (ukuran == 3)
            {
                B  = 13500;
                bayar =  B * beli;
            }
            cout << "Harga yang harus dibayar sebesar Rp. " << bayar;
        }
        break;
        case 'c':
        case 'C':
        {
            cout << "Masukkan Ukuran Kaleng [1-3]: "; cin >> ukuran;
            cout << "Jumlah yang dibeli : "; cin >> beli;
            if (ukuran == 1)
            {
                B = 22000;
                bayar =  B * beli;
            }
            else if (ukuran == 2)
            {
                B = 18500;
                bayar =  B * beli;
            }
            else if (ukuran == 3)
            {
                B = 15000;
                bayar =  B * beli;
            }
            cout << "Harga yang harus dibayar sebesar Rp. " << bayar;
        }
        break;
        default:
        cout << "Kode Salah";
    }

    getch();

    return 0;

}

Sobat bisa mencoba kodingan diatas dan memahaminya.

Sekian dari postingan blog kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas, menambah ilmu, maupun untuk sekedar menambah wawasan untuk media pembelajaran koding.

Read More...

Jumat, 21 September 2018

CodeBlocks C++ : Operator dan Operand

By September 21, 2018

"Operator dan Operand"
Yo sobat Mahasiswa, mari kita lanjutkan materi koding yaitu "Operato dan Operand". Silahkan juga lihat Input Output Variabel dan Proses pada postingan sebelumnya.

1.  Operator
            Operator atau bisa juga disebut sebagai perhitungan adalah tanda yang digunakan untuk melakukan sebuah proses operasi-operasi tertentu dalam program.  Dalam bahasa C++ hal ini dapat kita gunakan untuk menangani berbagai kebutuhan pemograman yang kita hadapi.
          Operator terbagi menjadi 4 macam yaitu assignment, unary, binary, dan ternary. Namun sebelum kita membahas 4 macam tersebut adakalanya kita memulai pengenalan beberapa operator aritmatika yang sering kita temui di matematika dasar dari SD sampai SMA.
Operator
+
-
*
/
%
Fungsi
Pertambahan
Pengurangan
Perkalian
Pembagian
Penyisaan
           
            Operator berikut adalah operator yang sering atau umum digunakan dalam koding sederhana seperti kasus perhitungan jumlah buah yang dibeli dan harga yang dibayar untuk buah tersebut atau kasus yang sederhana lainnya.

A.   Operator Assignment
            Operator ini adalah operator yang digunakan untuk mengisi atau memasukan data (nilai) kedalam variabel. Dalam bahasa C++ operator ini dilambangkan operator = (sama dengan).

Contoh :
           
int a, b; //deklarasi a dan b, koma adalah pemisah variabel
a = 0; //a mempunyai nilai 0
b = 1; //b mempunyai nilai 1
            Pada contoh diatas kita bisa memasukan nilai dari berbagai macam tipe data, bisa berupa bilangan bulat maupun bilangan real, dan bisa berlaku untuk tipe data string, char, maupun tipe dan bentuk lainya.
float a, b
a = 2.1;
b = 2.5; // titik dalam koding dianggap koma
           
            Dalam membuat kode program menggunakan operator assignment ada statemen sebagai berikut :
            i = i + 1;
statement diatas dapat diaartikan sebagai berikut :
            i (baru) = i (lama) + 1; (ditambah nilai 1)
statement tadi bisa kita singkat menjadi :
            i+ = 1;
hal ini juga berlaku untuk operator aritmatika lainya.

Contoh :
#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
     int a=2, b=3, x=10, y=20;

     cout << "a = " << a << endl;
     cout << "b = " << b << endl;

     a+ = b;

     cout << "\nSetelah statemen a += b\na = " << a;

     cout << "\n\n=====\n\n";
     cout << "x = " << x << endl;
     cout << "y = " << y << endl;

     x- = y;

     cout << "\nSetelah statemen x- = y\nx = " << x;
     return 0;
}
           
            Kodingan diatas bisa agan coba sendiri.
B.   Operator Unary
            Operator ini bisa juga disebut increment dan decremen, yaitu mengubah nilai data tanpa pengoperasian operator aritmatika. Operator ini disebut sebagai Operand karena hanya melibatkan sebuah operand (perubahan nilai), contohnya :
Operator
Jenis Operator
Contoh
+
Membuat nilai positif
+1
-
Membuat nilai negatif
-1
++
Increment
A++/++A
--
Decrement
A--/--A
           
            Perbedaan increment dan decrement adalah dari tanda + (plus) dan – (min), apabila suatu variabel dioperasikan dengan increment maka hasil data yang keluar akan bertambah 1, begitu juga decrement yang merupakan kebalikannya dari increment. Adapun perbedaan dari pertambahan jumlah nilai data tersebut juga dipengaruhi oleh letak dari operatornya. Berikut contohnya penjelasanya :

Tampil dilayar
Data dimemori
A = 3

3
A = A + 1

4
cout <<  A;
4

A = A++

5
cout << A;
5

cout << A++;
5
6
cout << A++;
6
7
cout << ++A;
8
8
cout << ++A;
9
9
           
            Sama halnya dengan decrement, data akan berubah berangsur-angsur secara langsung apabila sobat menggunakan operasi ini.

C.   Operator Binary
            Operator Binary merupakan operator yang digunakan dalam operasi yang melibatkan dua buah operand/variabel. Operator binary terbagi dalam 4 jenis yakni :
1)    Operator Aritmatika
            Operator Aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi-operasi aritmatika seperti menambah, mengurangi, membagi, mengali dan sebagainya. Dan operator-operatornya adalah :
Operator
+
-
*
/
%
Fungsi
Pertambahan
Pengurangan
Perkalian
Pembagian
Penyisaan

2)    Operator Logika
            Operator ini digunakan untuk melakukan penilaian kebenaran (true dan false). Operator ini juga bisa sebagai penghubung dua atau lebih operasi relasi menjadi sebiah ungkapan kondisi, keluaran dari operator logika ini adalah 1 (true) atau 0 (false). Operator logika sebagai berikut :
Operator
Jenis Operasi
Contoh
> 
Lebih Besar
(8 > 5) = 1
< 
Lebih Kecil
(8 < 5) = 0
>=
Lebih Besar atau Sama Dengan
(8 >= 5) = 1
<=
Lebih Kecil atau Sama Dengan
(8 <= 5) = 0
==
Sama Dengan
(8 == 5) = 0
!=
Tidak Sama Dengan
(8 != 5) = 1

            Operator Pengisian / Operator Assignment (operator "=" dengan satu tanda sama) tidak sama dengan Operator Relasional / Kesetaraan (operator "==" dengan dua tanda sama). tanda "=" memiliki fungsi untuk memberikan nilai ke sebuah variabel, sementara tanda "==" memiliki fungsi untuk membandingkan apakah nilai-nilai di kedua sisi operator adalah sama, dimana hasil operasi dengan tanda "==" akan memberikan nilai benar (true / 1) atau salah (false / 0).

3)    Operator Bitwise.
            Operator Bitwise adalah operator yang digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit yang mewakili nilai-nilai yang mereka simpan. atau Operator Bitwise juga dikenal sebagai operator yang berguna untuk melakukan operasi-operasi yang berhubungan dengan manipulasi bit.
            Sebagai catatan bahwa operator bitwise ini hanya dapat dilakukan pada operand yang bertipe char dan int saja karena hal ini bersinggungan dengan tipe byte atau word di dalam bit. adapun yang termasuk dalam operator bitwise dalam C++ adalah seperti yang tampak pada tabel dibawah ini :
Operator
Jenis Operasi
Contoh
|
OR
1 | 0 = 1
&
AND
1 & 0 = 0
^
Exclusive OR (XOR)
1 ^ 1 = 0
~
NOT
~ 1 = 0
>> 
Shift Right
16 >> 2 = 4
<< 
Shift Left
1 << 2 = 4

            Fungsi dari operator &, | dan ~ diatas adalah sama dengan operator &&, || dan ! pada operator logika, perbedaanya hanya operator-operator bitwise ini bekerja bit demi bit, sedangkan pada operator logika bekerja untuk setiap nilai.

D.   Operator Ternary
            Operator ini digunakan untuk membandingkan atas sebuah percabangan (pemilihan) yang didasari oleh kondisi tertentu. Operator ini melibatkan tiga operand dan lambang operator ini adalah : ?:
            Berikut ini bentuk umum dari penggunaan operator ternary:
Ekspresi1 ? Ekspresi2 : Ekspresi3;
Jika Ekspresi1 bernilai benar, maka program akan mengeksekusi Ekspresi2. Sedangkan jika Ekspresi1 bernilai salah maka yang dieksekusi adalah Ekspresi3. Contoh :
#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
    int x, y, z;

    x = 5; y = 6;

    z = (x < y) ? x : y; /* membandingkan apakah....*/

    cout << "\nNilai bilangan x = " << x;
    cout << "\nNilai bilangan y = " << y;
    cout << "\nNilai yang lebih kecil adalah = " << z << endl;
    getch();

    return 0;
}

Sobat bisa mencoba kodingan diatas dan memahaminya.

Sekian dari postingan blog kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas, menambah ilmu, maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang macam macam operator dalam C++.

Read More...